PENDEKATAN KUANTITATIF
Pendekatan
kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham positivism. Pendekatan
kuantitatif mencoba menerapkan paradigma empirisme yang memahami kenyataan
sosial sebagai fakta-fakta yang dapat digeneralisasikan melalui pengukuran
secara obyektif. Fokus penelitian kuantitatif diidentifikasikan sebagai proses
kerja yang berlangsung secara ringkas, terbatas dan memilah-milah permasalahan
menjadi bagian yang dapat diukur atau dinyatakan dalam angka-angka. Penelitian
ini dilaksanakan untuk menjelaskan, menguji hubungan antar variabel, menentukan
kasualitas dari variabel, menguji teori dan mencari generalisasi yang mempunyai
nilai prediktif (untuk meramalkan suatu gejala).
Pendekatan
kuantitatif menggunakan sejumlah teknik-teknik kuantitatif. Penelitian dengan
pendekatan ini dalam pengelolaan datanya menggunakan teknik analisis. Analisis
data dilakukan menggunakan teknik statistik untuk mereduksi dan mengelompokkan
data, menentukan hubungan serta mengidentifikasikan perbedaan antar kelompok
data. Kontrol, instrumen, dan analisis statistik digunakan untuk menghasilkan
temuan-temuan penelitian secara akurat. Untuk menentukan sampelnya lebih menekankan
pada penggunaan teknik-teknik probabilitas. Dengan demikian kesimpulan hasil
uji hipotesis yang diperoleh melalui penelitian kuantitatif dapat diberlakukan
secara umum
Pendekatan
kuantitatif seperti penjelasan di atas mementingkan adanya variabel-variabel
sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan
dalam bentuk operasionalisasi variabel masing-masing. Penelitian kuantitatif
memerlukan adanya hipotesis dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan
tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula
statistik yang akan digunakan. Pendekatan ini lebih memberikan makna dalam
hubungannya dengan penafsiran angka
Maka dari itu ciri utama pendekatan kuantitatif adalah penerapan kerja baku dan transfer data ke dalam angka-angka numerikal. Untuk itu, peranan statistika sangat diperlukan dalam proses analisis data.
Muri
Yusuf secara rinci menyatakan bahwa pendekatan kuantitatif mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut
a.
Penelitian kuantitatif dilakukan
dengan menggunakan rancangan yang terstruktur, formal dan spesifik, serta
mempunyai rancangan operasional yang mendetail.
b.
Data yang dikumpulkan bersifat
kuantitatif atau dapat dikuantitatifkan dengan menghitung dan mengukur.
c.
Penelitian kuantitatif bersifat
momentum atau menggunakan selang waktu tertentu, atau waktu yang digunakan
pendek; kecuali untuk maksud tertentu.
d.
Penelitian kuantitatif membutuhkan
hipotesis atau pertanyaan yang perlu dijawab, untuk membimbing arah dan
pencapaian tujuan penelitian.
e.
Analisis data dilakukan dengan
menggunakan statistic, baik statistic diferensial maupun inferensial.
f.
Penelitian kuantitatif lebih
berorientasi kepada produk dari proses.
g.
Sampel yang digunakan : luas,
random, akurat dan representative
h.
Penelitian kuatitatif menganalisis
data secara deduktif
i. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data hendaklah dapat dipercaya (valid), andal (reliable), mempunyai norma dan praktis.
Sedangkan prinsip utamanya adalah logico-hypotetico-verifikatif dimana sebuah penelitian harus
memenuhi kriteria dasar rasional, empiris, dan terukur. Secara umum,
prosedur yang biasa digunakan oleh pendekatan kuantitatif adalah sebagai berkut
1)
Penentuan dan perumusan masalah,
Agar masalah ditemukan
dengan baik, memerlukan fakta-fakta empiris dan
diiringi dengan penguasaan
teori dan konsep-konsep yang
diperoleh, lalu diformulasikan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan,
yang menyangkut hubungan antara dua ariabel atau lebih.
2)
Perumusan hipotesis, mencari
kemungkinan jawabannya secara spesifik dalam bentuk hipotesis yang sesuai dari
setiap sub permasalahan.
3)
Pengidentifikasian dan penetapan
variabel, biasanya mengandung setidaknya dua ariabel utama, yaitu independent
ariabel (ariabel bebas) dan dependent ariabel (ariabel bergantung).
4)
Perumusan definisi operasional,
semua konsep abstrak yang terkandung dalam hipotesis dan ariabel harus diubah
menjadi konsep operasional. Ariabel dirinci menjadi sejumlah indikator yang
bisa diamati dan perubahannya dapat diukur.
5)
Perencanaan desain operasional
penelitian, meliputi cara keja yang akan digunakan apakah eksperimen, surey,
study kasus, dsb, berikut cara-cara penentuan sumber data, pengumpulan,
pengolahan, dan analisa datanya.
6)
Penyusunan instrumen pengumpul,
berupa angket, daftar isian, check list, pedoman wawancara, dsb berdasarkan
indikator yang telah ditetapkan
7)
Kerja lapangan, pengolahan, dan
analisa data. Data yang terkumpul diberikan coding (kode-kode) dan
membuat tabulating (tabel-tabel dasar) untuk diolah dan dianalisis
menggunakan teknik statistic yang akan menentukan apakah hipotesis yang
ditentukan diterima atau ditolak.
8)
Menulis laporan hasil penelitian
dengan sistematika tertentu.
Komentar