PENDEKATAN KUANTITATIF

Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang mewakili paham positivism. Pendekatan kuantitatif mencoba menerapkan paradigma empirisme yang memahami kenyataan sosial sebagai fakta-fakta yang dapat digeneralisasikan melalui pengukuran secara obyektif. Fokus penelitian kuantitatif diidentifikasikan sebagai proses kerja yang berlangsung secara ringkas, terbatas dan memilah-milah permasalahan menjadi bagian yang dapat diukur atau dinyatakan dalam angka-angka. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan, menguji hubungan antar variabel, menentukan kasualitas dari variabel, menguji teori dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif (untuk meramalkan suatu gejala). 

Pendekatan kuantitatif menggunakan sejumlah teknik-teknik kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan ini dalam pengelolaan datanya menggunakan teknik analisis. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik untuk mereduksi dan mengelompokkan data, menentukan hubungan serta mengidentifikasikan perbedaan antar kelompok data. Kontrol, instrumen, dan analisis statistik digunakan untuk menghasilkan temuan-temuan penelitian secara akurat. Untuk menentukan sampelnya lebih menekankan pada penggunaan teknik-teknik probabilitas. Dengan demikian kesimpulan hasil uji hipotesis yang diperoleh melalui penelitian kuantitatif dapat diberlakukan secara umum [1].

Pendekatan kuantitatif seperti penjelasan di atas mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variabel masing-masing. Penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka [1].

Maka dari itu ciri utama pendekatan kuantitatif adalah penerapan kerja baku dan transfer data ke dalam angka-angka numerikal. Untuk itu, peranan statistika sangat diperlukan dalam proses analisis data.

Muri Yusuf secara rinci menyatakan bahwa pendekatan kuantitatif mempunyai ciri-ciri sebagai berikut [2] :

a.       Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan rancangan yang terstruktur, formal dan spesifik, serta mempunyai rancangan operasional yang mendetail.

b.      Data yang dikumpulkan bersifat kuantitatif atau dapat dikuantitatifkan dengan menghitung dan mengukur.

c.       Penelitian kuantitatif bersifat momentum atau menggunakan selang waktu tertentu, atau waktu yang digunakan pendek; kecuali untuk maksud tertentu.

d.      Penelitian kuantitatif membutuhkan hipotesis atau pertanyaan yang perlu dijawab, untuk membimbing arah dan pencapaian tujuan penelitian.

e.       Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistic, baik statistic diferensial maupun inferensial.

f.       Penelitian kuantitatif lebih berorientasi kepada produk dari proses.

g.       Sampel yang digunakan : luas, random, akurat dan representative

h.      Penelitian kuatitatif menganalisis data secara deduktif

i.        Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data hendaklah dapat dipercaya (valid), andal (reliable), mempunyai norma dan praktis.


Sedangkan prinsip utamanya adalah logico-hypotetico-verifikatif dimana sebuah penelitian harus memenuhi kriteria dasar rasional, empiris, dan terukur. Secara umum, prosedur yang biasa digunakan oleh pendekatan kuantitatif adalah sebagai berkut [3]:

1)      Penentuan dan perumusan masalah, Agar  masalah  ditemukan  dengan  baik, memerlukan  fakta-fakta empiris  dan  diiringi  dengan  penguasaan  teori dan konsep-konsep yang  diperoleh, lalu diformulasikan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan, yang menyangkut hubungan antara dua ariabel atau lebih.

2)      Perumusan hipotesis, mencari kemungkinan jawabannya secara spesifik dalam bentuk hipotesis yang sesuai dari setiap sub permasalahan.

3)      Pengidentifikasian dan penetapan variabel, biasanya mengandung setidaknya dua ariabel utama, yaitu independent ariabel (ariabel bebas) dan dependent ariabel (ariabel bergantung).

4)      Perumusan definisi operasional, semua konsep abstrak yang terkandung dalam hipotesis dan ariabel harus diubah menjadi konsep operasional. Ariabel dirinci menjadi sejumlah indikator yang bisa diamati dan perubahannya dapat diukur.

5)      Perencanaan desain operasional penelitian, meliputi cara keja yang akan digunakan apakah eksperimen, surey, study kasus, dsb, berikut cara-cara penentuan sumber data, pengumpulan, pengolahan, dan analisa datanya.

6)      Penyusunan instrumen pengumpul, berupa angket, daftar isian, check list, pedoman wawancara, dsb berdasarkan indikator yang telah ditetapkan

7)      Kerja lapangan, pengolahan, dan analisa data. Data yang terkumpul diberikan coding (kode-kode) dan membuat tabulating (tabel-tabel dasar) untuk diolah dan dianalisis menggunakan teknik statistic yang akan menentukan apakah hipotesis yang ditentukan diterima atau ditolak.

8)      Menulis laporan hasil penelitian dengan sistematika tertentu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT E-LKPD INTERAKTIF MENGGUNAKAN APLIKASI LIVEWORKSHEETS

MANDI (Pengertian, syarat, rukun, sunah, mandi yang disunahkan)

TAYAMMUM (Pengertian, Sebab-Sebab, Syarat, Rukun, Perkara yang membatalkannya)